Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Ribuan Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kaltim, Bawa 11 Tuntutan Rakyat

BRIMO

Ribuan Mahasiswa Siap Padati DPRD Kaltim, Suarakan 11 Tuntutan untuk Rakyat

Kabar Sungai Raya- Suasana Kota Samarinda diperkirakan akan memanas pada Senin (1/9/2025). Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur akan turun ke jalan, membawa semangat perubahan sekaligus 11 tuntutan yang mereka anggap sebagai suara hati rakyat.

Aksi besar-besaran ini diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam). Melalui surat pemberitahuan resmi yang telah dilayangkan ke Polresta Samarinda dengan nomor 001/UN01.09/MAHAKAM/2025, massa menyatakan kesiapannya menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Kaltim.

Klik Disini

Aspirasi dari Jalanan

Renaldi Saputra, selaku Koordinator Aksi, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan kolektif masyarakat sipil. Ia menyebutkan bahwa situasi bangsa belakangan ini semakin jauh dari cita-cita keadilan sosial.

“Rakyat menjerit karena harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, kebijakan pemerintah sering tumpang tindih, dan kasus korupsi justru semakin marak. Kami menilai sudah saatnya mahasiswa berdiri di garda terdepan menyuarakan suara rakyat,” ucap Renaldi, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, aksi demonstrasi ini merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Karena itu, mereka berharap aparat kepolisian bisa bersikap profesional dalam mengawal jalannya aksi.

“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi secara damai. Harapan kami, polisi bisa memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tambahnya.

Ribuan Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kaltim, Bawa 11 Tuntutan Rakyat
Ribuan Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kaltim, Bawa 11 Tuntutan Rakyat

Baca Juga : Polres Kubu Raya Tangkap Pencuri di Gereja Mawar Sharon, Kerugian Rp130 Juta

11 Tuntutan yang Akan Disuarakan

Aliansi Mahakam tidak datang dengan tangan kosong. Mereka telah merumuskan 11 poin tuntutan yang akan disampaikan langsung kepada DPRD Kaltim. Tuntutan itu antara lain:

  1. Menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang dinilai melemahkan prinsip keadilan.

  2. Menghapus tunjangan mewah bagi Anggota DPR, karena dianggap tidak sensitif dengan kondisi ekonomi rakyat.

  3. Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, untuk memberantas praktik korupsi yang merugikan negara.

  4. Mendorong segera disahkannya RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) serta RUU Masyarakat Adat, demi keadilan bagi kelompok rentan.

  5. Menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, sebagai ujung tombak pendidikan nasional.

  6. Perhatian serius untuk pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

  7. Menolak pemutihan dosa pemerintah melalui regulasi yang dianggap tidak pro-rakyat.

  8. Mencabut undang-undang yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

  9. Menghentikan tindakan represif aparat terhadap gerakan rakyat.

  10. Mengakhiri oligarki politik dan demokrasi semu yang hanya menguntungkan segelintir elite.

  11. Menegakkan supremasi hukum serta menghentikan kejahatan ekologis akibat pertambangan yang merusak lingkungan.

“Kesebelas poin ini adalah jeritan hati masyarakat. Kami ingin DPRD Kaltim mendengar dan menyampaikan aspirasi ini ke pusat. Jangan hanya diam di kursi empuk, sementara rakyat terus tercekik,” tegas Renaldi.

Suasana Diperkirakan Memanas

Rencana aksi ini sudah ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa maupun masyarakat Samarinda. Ribuan peserta disebut akan bergabung, membawa atribut, poster, serta orasi lantang untuk menegaskan tuntutan mereka.

Sementara itu, aparat kepolisian mengaku telah menyiapkan pengamanan agar aksi tetap berjalan damai. Beberapa ruas jalan menuju kompleks DPRD Kaltim diperkirakan akan mengalami pengalihan arus lalu lintas.

Meski begitu, para mahasiswa memastikan aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Mereka ingin menunjukkan bahwa suara rakyat masih ada, dan mahasiswa tetap berdiri di garis depan perjuangan demokrasi.

“Ini bukan hanya tentang mahasiswa. Ini tentang rakyat. Kami akan terus bergerak sampai suara kami benar-benar didengar,” pungkas Renaldi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *