Polantas Polresta Banjarmasin Menyusuri Sungai Demi Edukasi Lalu Lintas untuk Anak SD Basirih 10
Kabar Sungai Raya- Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini terus digencarkan oleh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan. Tak mengenal lelah, mereka mendatangi sekolah-sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan di jalan raya.
Kali ini, giliran SDN Basirih 10 Banjarmasin yang mendapat kunjungan istimewa. Uniknya, perjalanan menuju sekolah ini tidak bisa ditempuh dengan kendaraan darat, melainkan harus menggunakan kelotok—perahu bermesin khas Banjarmasin—menyusuri jalur sungai hingga sampai di lokasi.
Perjalanan Penuh Semangat
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Ansyah Bhakti Satyabharda, yang memimpin kegiatan, menuturkan bahwa medan yang ditempuh bukan menjadi penghalang untuk terus hadir memberikan pemahaman kepada anak-anak.
“Kami akan terus memberikan edukasi kepada para siswa, mulai tingkat TK hingga perguruan tinggi, agar mereka mengenal aturan keselamatan berlalu lintas sejak dini. Meskipun tempatnya berada di pelosok, kami tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.
Sesampainya di SDN Basirih 10, para Polantas disambut dengan penuh antusias oleh para siswa. Suasana riang langsung tercipta. Anak-anak tak hanya mendengarkan dengan serius, tetapi juga berebut untuk berfoto bersama polisi yang datang.

Baca Juga : Bupati Kubu Raya Minta OPD Serius Tingkatkan Pajak dan Retribusi Daerah
Polisi Sahabat Anak
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polisi Sahabat Anak”, sebuah inisiatif Satlantas Polresta Banjarmasin yang bertujuan menumbuhkan kedekatan antara anak-anak dengan polisi sekaligus mengenalkan aturan lalu lintas secara sederhana.
Dalam penyampaian materinya, Ipda Ansyah dan tim memberikan pemahaman seputar:
-
Pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
-
Aturan penggunaan sepeda listrik yang kini semakin digemari anak-anak.
-
Prinsip keselamatan dasar di jalan raya sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Tujuan kami sederhana, agar anak-anak memahami keamanan dan keselamatan sejak dini, sehingga kelak bisa ikut menekan angka kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Edukasi dengan Cara Menyenangkan
Tak hanya sekadar ceramah, Polantas juga mengajak siswa untuk berinteraksi langsung melalui sesi tanya jawab seputar rambu-rambu lalu lintas. Anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi.
Suasana menjadi semakin hidup ketika sebagian siswa mencoba bercakap-cakap dengan polisi di atas kelotok sebelum rombongan kembali pulang. Bagi anak-anak, pengalaman itu bukan hanya menyenangkan, tetapi juga meninggalkan kesan bahwa polisi adalah sahabat yang ramah dan bisa dipercaya.
Harapan ke Depan
Menurut Ipda Ansyah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sejak dini dan menciptakan generasi muda yang lebih peduli pada keselamatan di jalan raya. Selain itu, pendekatan yang humanis juga diharapkan bisa mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya anak-anak.
“Hal yang penting sekali dalam kegiatan seperti ini adalah menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi. Kami ingin mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.















