Launching Tugu Alianyang, Camat Sungai Ambawang Ajak Warga Jaga Ruang Publik Kebanggaan Baru
Kabar Sungai Raya- Malam peresmian Tugu Mayor Muhammad Alianyang di Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (27/9/2025), menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi masyarakat. Landmark baru yang kini berdiri megah itu bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga ruang publik modern yang diharapkan membawa banyak manfaat bagi warga.
Acara launching berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga perangkat pemerintahan. Camat Sungai Ambawang, Jurin, menyampaikan sambutan penuh apresiasi terhadap kerja cepat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di bawah kepemimpinan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto.

Baca Juga : Satres Narkoba Kubu Raya Bekuk Pengedar, Lima Paket Sabu Disita
Dari Tempat Kumuh Jadi Ruang Publik Berkelas
Dalam pidatonya, Jurin menekankan bahwa pembangunan Tugu Alianyang adalah bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menata kawasan Ambawang. Menurutnya, hanya dalam waktu sembilan hari, lokasi yang sebelumnya sering disalahgunakan untuk aktivitas negatif berhasil disulap menjadi ruang publik indah, terang, dan penuh makna moral.
“Ini bukan sekadar soal destinasi wisata, tetapi juga tentang marwah kita. Dari tempat yang dulu identik dengan hal-hal yang tidak terpuji, kini menjadi kebanggaan masyarakat Ambawang. Mari kita beri tepuk tangan untuk pemerintah daerah atas kerja keras ini,” ujar Jurin, yang disambut tepuk tangan meriah warga.
Normalisasi Sungai dan Identitas Baru Ambawang
Selain berbicara soal Tugu Alianyang, Jurin juga menyinggung program besar Pemkab Kubu Raya dalam menata kawasan perairan. Normalisasi sungai sepanjang 38 kilometer telah dilakukan, dan rencananya akan berlanjut ke anak-anak sungai lain.
Tujuannya jelas: membebaskan Ambawang dari ancaman banjir sekaligus membangun identitas baru sebagai wilayah yang maju dan layak dikunjungi wisatawan.
“Ke depan, Ambawang tidak lagi dikenal sebagai kampung banjir atau rawan kebakaran, tetapi sebagai destinasi wisata yang indah, religius, dan penuh kegiatan positif,” tegasnya.
Ajak Warga Jaga dan Manfaatkan Fasilitas Publik
Jurin juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ruang publik yang baru diresmikan ini. Ia mengingatkan bahwa keindahan dan kenyamanan fasilitas hanya bisa bertahan lama jika semua warga merasa memiliki.
“Lampu-lampu di sini indah, tapi jangan sampai ada yang hilang. Gunakan tempat ini untuk hal-hal bermanfaat, seperti diskusi, latihan kesenian, kegiatan keagamaan, sampai ruang belajar anak-anak. Semua boleh, asalkan membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Ia berharap Tugu Alianyang bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan hanya tempat rekreasi, melainkan juga ruang interaksi sosial, budaya, dan pendidikan.
Dua Agenda Besar Tahun Depan
Tak hanya berhenti pada pembangunan tugu, Camat Jurin juga memaparkan rencana dua agenda besar tahun 2026 yang akan digelar di Sungai Ambawang. Pertama, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-12 tingkat Kabupaten Kubu Raya. Kedua, event olahraga air bertajuk “Naik Danau” yang akan melibatkan beberapa kabupaten sekitar.
Kedua kegiatan ini diyakini akan semakin memperkuat identitas Sungai Ambawang sebagai pusat kegiatan keagamaan, budaya, olahraga, dan pariwisata.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan Besar
Di akhir sambutannya, Jurin menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Forkopimda, dan seluruh masyarakat yang telah berperan dalam mewujudkan Tugu Alianyang. Ia menegaskan bahwa ruang publik ini adalah milik bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk kebanggaan Sungai Ambawang dan Kabupaten Kubu Raya.
“Mulai hari ini, Tugu Alianyang bukan hanya sekadar bangunan. Ia adalah simbol persatuan, kerja keras, dan masa depan Ambawang yang lebih cerah,” tutupnya.















