Polemik Pembangunan Gereja di Kubu Raya Usai, Uskup Agung dan Bupati Sujiwo Serukan Persatuan dan Kerukunan
Kabar Sungai Raya- Setelah sempat menjadi perbincangan hangat, polemik pembangunan gereja di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya akhirnya tuntas diselesaikan. Kabar baik ini disampaikan langsung dalam pertemuan antara Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, dengan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (26/8/2025) sore.
Uskup Agung: Jaga Damai, Jangan Terprovokasi
Dalam kesempatan itu, Mgr Agustinus Agus mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat Kubu Raya untuk kembali bersatu serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Mari kita menjaga agar daerah kita tetap damai. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita,” ucapnya penuh harap.
Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang memilih jalur musyawarah dalam menyelesaikan persoalan ini. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan kedewasaan warga Kubu Raya dalam menghadapi masalah.
“Saya berterima kasih kepada Pak Bupati dan semua pihak yang sudah mengambil langkah penyelesaian dengan baik. Ini contoh nyata bahwa keadilan bisa ditegakkan tanpa kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga : Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Kubu Raya, Polisi Duga Kecelakaan Tunggal
Cinta Kasih Kunci Kerukunan
Lebih lanjut, Uskup Agung menegaskan bahwa cinta kasih adalah dasar hidup berdampingan. Ia mengingatkan umat Katolik agar tidak menggunakan cara-cara yang keras atau emosional dalam memperjuangkan haknya.
“Keadilan dan toleransi tidak boleh diperjuangkan dengan kekerasan. Kita hidup di negara hukum. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan sesuai aturan dan melalui jalur gereja,” pesannya.
Ia pun meminta agar setiap persoalan yang muncul disampaikan terlebih dahulu kepada pastor paroki, sehingga bisa dikelola dengan baik tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kalau ada masalah, jangan sembarang bergerak. Tujuan baik bisa saja dibelokkan oleh pihak lain hingga menimbulkan kecurigaan. Karena itu, komunikasikan dulu dengan pastor paroki,” imbuhnya.
Bupati Sujiwo: Jangan Terjebak pada Konflik Kecil
Senada dengan Mgr Agus, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa polemik pembangunan gereja di Desa Kapur resmi berakhir. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengawal agar tidak muncul lagi gesekan yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.
“Tugas saya jelas, memegang teguh UUD 1945 dan Pancasila. Semua yang bertentangan dengan konstitusi harus saya luruskan, apapun agamanya,” tegasnya.
Sujiwo juga mengingatkan bahwa sudah saatnya masyarakat mengalihkan energi ke hal-hal yang lebih bermanfaat untuk pembangunan, bukan terjebak pada isu yang bisa memecah belah.
“Bangsa lain sibuk membangun teknologi, masa depan, dan kemajuan. Kita jangan terus-menerus terjebak dalam konflik kecil. Modal utama membangun bangsa ini adalah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Momentum Jaga Toleransi di Kubu Raya
Penyelesaian damai atas polemik ini dianggap sebagai momentum penting bagi Kubu Raya untuk memperkuat toleransi. Pemerintah daerah bersama tokoh agama sepakat menjaga komunikasi agar setiap dinamika yang muncul di tengah masyarakat bisa segera ditangani tanpa menimbulkan konflik baru.
Dengan berakhirnya persoalan ini, masyarakat diharapkan dapat kembali fokus membangun daerah, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong demi kemajuan bersama.















