Normalisasi Sungai Kubu Raya Capai 100 Km, Bupati Sujiwo Dorong Pemerintah Pusat Perluas Program
Kabar Sungai Raya- Upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mengatasi persoalan banjir terus menunjukkan hasil nyata. Melalui program normalisasi sungai, kini lebih dari 100 kilometer aliran sungai berhasil dibersihkan dan dikeruk. Capaian ini menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini kerap menghadapi banjir musiman.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengungkapkan bahwa normalisasi sungai merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat infrastruktur wilayah.
“Program ini kami mulai dari Sungai Ambawang sepanjang 38 km dengan menggunakan alat berat amfibi. Hasilnya cukup signifikan. Jika dulu air meluap dengan cepat, sekarang sudah lebih terkendali. Warga langsung merasakan manfaatnya,” ujar Sujiwo saat pertemuan bersama Ketua Komisi V DPR RI, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga : Kemang, Buah Tropis Segar yang Masih Satu Keluarga dengan Mangga
Sentuh Sungai Kapuas hingga Kawasan Perumahan
Selain Sungai Ambawang, program normalisasi juga telah menyentuh Sungai Kapuas, Sungai Punggur, Sungai Raya Dalam, Sungai Malaya, hingga ke sungai-sungai kecil di kawasan perumahan warga. Daerah yang dulunya menjadi langganan banjir kini perlahan berkurang risikonya.
Menurut Sujiwo, perhatian pemerintah pusat sangat membantu keberlanjutan program ini. Pada tahun 2025, anggaran Rp50 miliar dikucurkan untuk normalisasi, sebuah bukti bahwa persoalan banjir di Kubu Raya mendapat perhatian serius.
“Namun, pekerjaan ini belum bisa berhenti di sini. Masih banyak aliran sungai lain yang kondisinya kritis dan menunggu disentuh. Kalau normalisasi ini bisa berlanjut, saya yakin banjir bisa kita tekan dan produktivitas masyarakat meningkat. Petani tidak lagi khawatir sawahnya terendam. Nelayan pun lebih aman menggunakan jalur air,” jelasnya.
Normalisasi, Solusi Jangka Panjang
Bupati Sujiwo menegaskan bahwa program normalisasi bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Banjir itu bukan hanya soal air masuk rumah, tetapi dampaknya luas. Anak-anak sulit sekolah, ekonomi lumpuh, hingga kesehatan terganggu. Dengan sungai yang lebih tertata, masyarakat bisa hidup lebih tenang dan fokus bekerja,” tambahnya.
Soroti Dermaga yang Rusak Parah
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyinggung soal infrastruktur penunjang transportasi air yang kondisinya memprihatinkan. Beberapa dermaga di wilayah Kubu Raya, seperti Dermaga Rasau Pinang Luar dan Dermaga Parepare, sudah mengalami kerusakan parah.
“Ini aset kementerian, tetapi kondisinya tidak pernah diperhatikan. Padahal, dermaga ini vital bagi mobilitas warga. Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan korban karena strukturnya sudah rapuh. Kami berharap Komisi V DPR RI bisa ikut memperjuangkan agar segera ada perbaikan,” tegasnya.
Harapan untuk Masa Depan Kubu Raya
Sujiwo menutup pernyataannya dengan harapan agar program normalisasi dan perbaikan infrastruktur transportasi air mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.
“Kubu Raya adalah daerah yang kaya potensi, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Jika banjir bisa kita kendalikan dan sarana transportasi air diperbaiki, saya yakin roda perekonomian akan berputar lebih cepat. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” pungkasnya.
Rapat bersama Komisi V DPR RI tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mencari solusi jangka panjang atas persoalan banjir dan infrastruktur di Kubu Raya.















